Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

5 Media Player Terbaik

Berdasar berbagai sumber di Internet

Multimedia identik dengan media player. Berbagai software pemutar Audio dan Video pun bertebaran dan membuat Anda terkadang kesulitan dalam memilih yang terbaik untuk PC atau laptop. Berikut 5 pemutar media populer yang dapat dipertimbangkan untuk memainkan musik ataupun menonton film.

1. Media Player Classic (Windows, Free)

Media Player Classic mulai dibuat dengan tujuan untuk menjaga kesederhanaan dan media yang ringan sekaligus menjaga fitur-fitur dari generasi video. Tools ini gratis, ringan, portable, dan serba lengkap termasuk codec built-in untuk kompabilitas berbagai media pemutaran.

2. MPlayer (Windows/Mac/Linux, Free)

Awalnya dirancang untuk mengisi kekosongan kurangnya media pemutar video pada Linux, kini pengembangnya merilis juga versi untuk Windows dan Mac. MPlayer mendukung berbagai jenis konten, dan mungkin karena berakar dari Linux, tool ini menitik beratkan pada kesesuaian dan optimisasi hardware sistem Anda.

3. Gom Player (Windows, Free)

Gom Player awalnya adalah media player streaming untuk Gom-TV, sebuah jaringan TV Korea. Sekarang Gom-TV dibuat untuk digunakan diluar Korea meski masih memiliki akses ke live streaming siaran olahraga StarCraft Korea.Gom Player juga mencakup berbagai jenis sub-judul, fitur yang penting yang banyak digunakan berbagai bahasa asing.

4. VLC (Windows/Mac/Linux, Free)

VLC adalah salah satu media player yang dapat dimainkan pada lebih dari 10 sistem operasi yang ada di dunia. Dibuat dengan kode open-source dan bebas untuk dikembangkan, tool ini memiliki sejarah dan kinerja yang penuh inovasi; misalnya, media player pertama yang dapat memutar DVD yang terenkripsi kembali di Linux. Artinya VLC memungkinkan Anda untuk memutar video yang rusak atau tidak lengkap, sehingga Anda dapat memutuskan apakah memperbaikinya atau membiarkannya download file baru. VLC juga dapat memutar berbagai macam format yang tidak umum yang tidak didukung oleh berbagai pemutar media lain, seperti file mentahan ISO DVD atau AVCHD, format yang banyak digunakan oleh banyak HD Camcorder.

5. KMPlayer (Windows, Free)

Jika Anda ingin semua media player yang cukup diatur dengan ujung jari Anda, KMPlayer mungkin adalah jawabannya. Dengan cukup klik kanan pada mouse, menu konteks yang muncul akan memberi Anda akses cepat ke hampir berbagai macam pengaturan, termasuk rasio layar, kecepatan pemutaran, video bookmark, filter, dan efek lainnya. KMPlayer mendukung jumlah ekstensif termasuk playback DVD serta kemudahan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Yang Harus Diketahui Seputar BIOS


Berikut ini adalah lima hal penting yang perlu diketahui seputar BIOS. Kemungkinan sebagian besar dari Anda tidak akan mengalami hal ini. Ini dibahas hanya untuk berjaga-jaga. Sekiranya di antara hal berikut ini terjadi dengan PC Anda, Anda telah mengetahui apa yang terjadi dan apa yang harus Anda lakukan.
1.       Clear CMOS saat instalasi motherboard baru.
Pertanyaan: Perlukah melakukan clear CMOS sebelum menginstalasi motherboard baru?
Jawab: Walaupun dalam banyak kasus sama sekali tidak perlu dilakukan, namun hal ini sangat direkomendasikan untuk dilakukan sebelum menginstalasi komponen pada sebuah motherboard baru guna menjaga kompatibilitas komponen hardware yang akan diinstalasi dengan motherboard. Ada kemungkinan bahwa komponen hardware yang digunakan pada maasa pengujian QA (Quality Assurance) berbeda. Masalah inkompatibilitas dapat saja terjadi, terutama pada setting CPU dan beberapa komponen pendukung lainnya.
2.       Proses tidak sempurna pada saat update BIOS.
Pertanyaan: Apa yang harus dilakukan sekiranya saat dilakukan update BIOS tiba-tiba sistem crash atau listrik padam?
Jawab: Inilah yang paling ditakuti selama proses update BIOS. Musibah bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Yang harus dilakukan jika hal ini terjadi adalah sebagai berikut:
Lakukan clear CMOS secepatnya. Sekiranya sistem hang, sebelum mematikan ataupun melakukan reset, pindahkan jumper ke posisi clear CMOS. Tindakan ini semacam proses undo pada beberapa aplikasi, dengan harapan EEPROM pada BIOS akan kembali ke BIOS semula.
Kecuali motherboard Anda dilengkapi dengan BIOS back-up, Anda dapat dengan mudah melakukan restore BIOS utama dengan mengandalkan BIOS backup yang tersedia pada motherboard Anda.
3.       PC gagal melakukan proses booting.
Pertanyaan: Sesekali sistem mengalami gagal boot setelah sistem dimatikan secara keseluruhan (cabut kabel AC, switch off pada PSU). Apa penyebab dan bagaimana mengatasinya?
Jawab: Jika PC direncanakan tidak akan digunakan dalam waktu yang lama, sebaiknya catuan power AC ke PC dicabut. Minimal switch PSU di dalam posisi Off. Bila setelah itu PC mengalami gagal boot, hal itu terjadi karena belum meratanya catuan daya ke seluruh komponen PC, termasuk BIOS. Ini yang menyebabkan proses boot gagal dilakukan dengan sempurna. Gejalanya adalah, PC menyala namun tidak melanjutkan proses boot, bahkan bunyi POST code tidak terdengar.
Yang perlu dilakukan sederhana, yaitu tenggang waktu setelah melakukan penyambungan ulang power AC (kurang lebih 30 detik). Ini untuk memastikan PSU sudah beroperasi secara optimal.
Memastikan tegangan listrik juga dapat membantu menyelesaikan masalah ini. Demikian juga dengan pemilihan PSU yang lebih berkualitas pada PC Anda.
4.       Perlukah update BIOS?
Pertanyaan: Pada situs resmi produsen motherboard tersedia update BIOS. Perlukah melakukan update dengan BIOS versi terbaru?
Jawab: Alasan yang paling tepat untuk munculnya kebutuhan update BIOS adalah saat menambahkan kompatibilitas untuk sebuah komponen yang terpasang. Seperti harddisk ukuran 200 GB, CPU terbaru sering membutuhkan update BIOS agar dapat berjalan dengan sempurna.
Juga tidak disarankan untuk melakukan update BIOS dengan alasan memperbaiki salah satu software bug dari BIOS. Hal ini sangat jarang terjadi, terkecuali dinyatakan secara khusus.
Atau, dalam versi BIOS yang digunakan terdapat banyak bug yang mengganggu. Update BIOS dengan alasan selain itu memang tidak ada salahnya. Namun kemungkinan besar itu hanya akan membuang waktu.
5.       Setting BIOS tidak tersimpan pada CMOS.
Pertanyaan: Mengapa CMOS tidak menyimpan setting BIOS?
Jawab: Ada dua kemungkinan. Perhatikan POST yang diberikan saat booting. Jika pesan yang diberikan semacam ini, “CMOS checksum invalid” atau “Invalid configuration, run Setup”, maka penjelasannya sangat sederhana. CMOS tidak dapat menyimpan setting BIOS karena kekurangan daya. Jadi yang perlu dilakukan hanyalah mengganti baterai CMOS dengan yang baru. Kebanyakan bertipe CR2032. Baterai ini relatif mudah didapatkan, tidak hanya tersedia pada toko komputer.
Kemungkinan kedua, hal itu terjadi karena kesalahan setting. Beberapa motherboard menyediakan jumper clear password (CLR_PWD) yang dapat menyebabkan setting BIOS tidak dapat tersimpan. Untuk detail yang satu ini ada baiknya untuk membuka-buka buku manual motherboard Anda.

Fakta Unik Microsoft Windows

*Diadaptasi dari http://mohammad-ahid.blogspot.com, dengan pengubahan.


Ternyata ada beberapa fakta dalam Windows™, yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya, diantaranya..:
  • Tidak ada seorangpun yang dapat membuat sebuah folder dengan nama Con.
Coba Anda buat di mana saja di hard disk anda, sebuah folder dengan nama "Con" (tanpa tanda kutip). Klik saja di sembarang tempat sub-menu New Folder, kemudian beri nama Con pada Folder tersebut. Anda akan menyadari bahwa folder tersebut tidak akan bernama Con, melainkan New Folder. ?
Jawaban :
Keanehan ini pertama kali ditemukan oleh orang India, dia menemukan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat membuat Folder di komputer dengan program Microsoft™ manapun dengan nama folder CON. Ini merupakan hal nyata dan seluruh kru Microsoft™ sendiri tidak dapat menjawabnya kenapa hal ini bisa terjadi. 
Cobalah dengan membuat sebuah folder dengan nama CON atau con. Bukalah My Document>File>New>Folder, ketik CON, Con atau con
Apa yang terjadi? Apa Komputer Anda rusak?