BIOS

Leave a Comment
Dikutip dari buku Menjadikan Komputer Anda Lebih Istimewa; karya M. Zamakh Syarifani
Dengan sedikit perubahan; oleh Hofar Ismail
Mengenal BIOS
Dalam dunia komputer, BIOS atau Basic Input-Output System adalah suatu kode software yang ditanam di dalam suatu sistem komputer yang memiliki fungsi utama untuk memberi informasi visual pada saat komputer dihidupkan, memberi akses ke keyboard dan juga memberi akses komunikasi secara low-level di antara komponen hardware, seperti untuk memanggil sistem operasi dari storage ke RAM. BIOS dapat disebut sebagai miniatur dan suatu sistem operasi yang dikhususkan untuk komunikasi low-level pada hardware. BIOS biasanya ditulis dalam bahasa assembly atau mesin yang mana bahasa ini biasanya spesifik untuk suatu prosessor tertentu.

Istilah BIOS pertama kali muncul pada sistem operasi CP/M. Sebagian dari CP/M di-load saat booting dan berhubungan dengan hardware. Mesin CP/M biasanya memiliki boot loader sederhana di dalam ROM. Sebagian besar versi DOS memiliki file yang bernama IBMBIO.COM atau IO.SYS yang bisa disebut sebagai analogi dari BIOS disk pada CP/M.
Bagaimana BIOS Booting?

BIOS menjalankan flash memory onboard ketika komputer dinyalakan dan dia akan menginisialisasi chipset dan juga sub-sistem memori. Selanjutnya dia akan mengkompres dirinya sendiri dari flash memory tadi untuk kemudian menuju ke memori utama dan mulai dieksekusi dari sana. Kode PC BIOS biasanya juga berisi semacam diagnosis untuk memastikan kondisi dari komponen hardware yang penting, seperti keyboard, disk drive, I/O ports dan lain sebagainya. BIOS memastikan apakah alat-alat tersebut bisa berfungsi dengan baik dan diinisialisasi dengan benar. Hampir semua implementasi BIOS dapat mengeksekusi program setup melalui CMOS memory. Memori ini menyimpan konfigurasi yang dapat diatur oleh user (seperti time, date dan juga informasi detail mengenai hardisk dan lain sebagainya) dan bisa diakses oleh BIOS.

Pada implementasi BIOS modern, seseorang dapat memilih apa yang di-booting pertama kali, seperti CD, hardisk, floppy disk, flash keydrive dan lain sebagainya. Ini sangat berguna ketika anda ingin menginstalasi suatu sistem operasi atau juga melakukan booting dari CD-ROM. Bahkan anda juga bisa melakukan booting dari media USB.

Beberapa sistem BIOS membolehkan user untuk memilih sistem operasi yang ingin di-load (misalnya load OS lain dari hardisk yang berbeda dalam satu PC), meskipun cara ini sekarang lebih sering ditangani oleh fase berikutnya atau yang sering dikenal dengan tool boot loader.
 
BIOS sebagai suatu FirmWare.
BIOS terkadang disebut sebagai firmware karena merupakan bagian integral dari suatu sistem hardware. Sebelum 1990, BIOS berada dalam chip ROM dan tidak bisa diubah. Seiring dengan semakin kompleksnya sistem dan juga kebutuhan untuk bisa di-upgrade maka sekarang BIOS firmware disimpan di dalam EEPROM atau flash memory device yang dapat dengan mudah di-upgrade isinya oleh user. Sementara itu kesalahan dalam proses upgrade dari BIOS akan menyebabkan sistem komputer tidak bisa diakses. Untuk mencegah BIOS corruption maka beberapa motherboard yang baru memiliki backup BIOS (dual BIOS boards). Meskipun demikian banyak BIOS yang memiliki boot block di mana bagian ini adalah bagian dari ROM yang berjalan pada saat pertama kali dan tetap tidak bisa di-upgrade. Kode dalam bentuk block ini akan memastikan sisa BIOS block lainnya melalui prosedur checksum, hash dan lain sebagainya, sebelum loncat ke blok tersebut. Jika boot block mendeteksi adanya kerusakan atau korupsi maka dia akan melakukan booting melalui floppy disk sehingga user dapat melakukan flashing lagi dengan image yang lebih bagus. Beberapa pembuat hardware sering mengeluarkan upgrade BIOS untuk mengupdate dan upgrade produk mereka dan sekaligus untuk menghilangkan bug yang ada.